Berita Utama

Kolaborasi Universitas Baiturrahmah dan Puskesmas Lubuk Buaya dalam Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui Edukasi, Skrining, dan Rujukan Terintegrasi Penyakit Tidak Menular

Admin Fakultas
Saturday, 11 July 2026

Padang – Dalam rangka memperkuat layanan kesehatan primer dan meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Baiturrahmah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu ILP melalui Edukasi, Skrining, dan Rujukan Terintegrasi Penyakit Tidak Menular" bekerja sama dengan Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya beban Penyakit Tidak Menular (PTM) di masyarakat yang memerlukan deteksi dini, pemantauan faktor risiko, serta sistem rujukan yang efektif hingga ke tingkat pelayanan kesehatan primer. 

WhatsApp Image 2026-07-10 at 09.26.47(1)
Photo Bersama Pembukaan

Kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, memiliki peran strategis dalam melakukan edukasi kesehatan, skrining faktor risiko PTM, pencatatan hasil pemeriksaan, serta mengarahkan masyarakat yang berisiko untuk memperoleh pelayanan kesehatan lanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung transformasi layanan primer yang sedang dijalankan pemerintah.

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu ILP dalam melaksanakan edukasi kesehatan, melakukan skrining penyakit tidak menular secara tepat, menggunakan alat pemeriksaan kesehatan sesuai standar, serta melaksanakan mekanisme rujukan terintegrasi bagi masyarakat yang memerlukan tindak lanjut pelayanan kesehatan.

Simbolis penyerahan bantuan hibah alat Antropometri dan Tensimeter Digital

Peserta kegiatan merupakan kader-kader Posyandu ILP yang berasal dari perwakilan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara aktif mulai dari sesi pembelajaran hingga praktik lapangan sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu di wilayah masing-masing.

Unsur pimpinan Puskesmas Lubuk Buaya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara perguruan tinggi dan puskesmas dalam meningkatkan kompetensi kader sebagai mitra utama pelayanan kesehatan masyarakat. Ketua pelaksana kegiatan juga menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat ini merupakan implementasi nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan primer melalui pemberdayaan kader Posyandu ILP.

Praktek Pengukuran Antropometri oleh kader

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan secara simbolis hibah bantuan peralatan kesehatan pendukung kegiatan Posyandu kepada Puskesmas Lubuk Buaya untuk mendukung operasional Posyandu ILP. Bantuan bersumber dari Hibah Pengabdian Kemendiktisaintek tahun 2026, yang berupa alat antropometri untuk pengukuran status gizi dan tensimeter digital sebagai sarana skrining tekanan darah pada masyarakat. Diharapkan bantuan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan skrining kesehatan di Posyandu sekaligus mendukung pelaksanaan deteksi dini penyakit tidak menular secara berkelanjutan.

Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai konsep penyakit tidak menular, faktor risiko, pentingnya deteksi dini, prosedur skrining, mekanisme rujukan terintegrasi, serta pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan Posyandu ILP. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, dan tanya jawab sehingga peserta dapat memahami penerapan materi dalam kegiatan pelayanan sehari-hari.

Sebagai bagian dari penguatan keterampilan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat kesehatan yang meliputi teknik pengukuran antropometri dan penggunaan tensimeter digital sesuai prosedur standar. Setelah demonstrasi, seluruh kader mengikuti praktik langsung dengan pendampingan dari tim pengabdian dan tenaga kesehatan Puskesmas Lubuk Buaya. Melalui praktik ini, peserta memperoleh pengalaman dalam melakukan pengukuran secara benar, menginterpretasikan hasil pemeriksaan, serta menentukan tindak lanjut atau rujukan apabila ditemukan faktor risiko penyakit tidak menular.

Melalui kegiatan ini diharapkan kompetensi kader Posyandu ILP semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan skrining yang berkualitas, edukasi kesehatan yang efektif, serta mendukung sistem rujukan terintegrasi di tingkat masyarakat. Penguatan kapasitas kader merupakan investasi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang lebih dekat, berkualitas, dan berorientasi pada pencegahan penyakit (Sri Oktarina-Agustika Antoni-Yulianita).