Padang – Tim peneliti Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Baiturrahmah berhasil melaksanakan rangkaian tahapan terakhir berupa kegiatan In-Depth Interview (IDI) dan Telaah Dokumen (TD) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari penelitian berjudul “Analisis Kebijakan Kesehatan Pengentasan Stunting dengan Pendekatan SEM-PLS di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026 dengan melibatkan sejumlah policy maker di lingkungan Bappeda Provinsi Sumatera Barat.

Penelitian yang diketuai oleh Dr. Nova Arikhman, SKM, M.Kes bersama tim peneliti bertujuan mengkaji kebijakan kesehatan dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan In-Depth Interview dan telaah berbagai dokumen kebijakan. Instrumen penelitian mencakup pembahasan mengenai keterjangkauan layanan, integrasi program, komunikasi, kompetensi petugas, pemantauan pertumbuhan, hingga kebijakan lintas sektor yang mendukung percepatan penurunan stunting.
Selama pelaksanaan penelitian di Bappeda, proses pengumpulan data berlangsung dengan lancar. Para informan memberikan penjelasan yang komprehensif serta memfasilitasi akses terhadap berbagai dokumen yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Selain wawancara mendalam, kegiatan juga diakhiri dengan penyerahan sertifikat apresiasi kepada para informan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka.
Tim peneliti menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, S.KM, M.KM atas dukungan dan izin yang diberikan sehingga penelitian dapat dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Dr. Zefnihan, A.P, M.Si beserta seluruh jajaran yang telah memberikan kesempatan, dukungan, dan fasilitasi selama proses penelitian berlangsung.

Penghargaan secara khusus juga diberikan kepada Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Rahmi Laila, S.Si., M.Si., yang telah berperan aktif dalam mengkoordinasikan pelaksanaan wawancara, membantu penyediaan dokumen yang dibutuhkan, serta memfasilitasi komunikasi dengan para informan sehingga kegiatan penelitian dapat berjalan secara efektif.
Meskipun kegiatan di Bappeda berjalan dengan baik, penelitian ini masih menghadapi kendala pada tahap pengumpulan data di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Sebagai leading sector dalam pelaksanaan program kesehatan dan percepatan penurunan stunting di tingkat provinsi, Dinas Kesehatan seharusnya menjadi sumber utama untuk memberikan konfirmasi terhadap berbagai kebijakan teknis, implementasi program, serta dokumen pendukung yang menjadi bagian penting dalam penelitian ini. Berdasarkan proses pendekatan yang telah dilakukan, komunikasi awal dengan pihak terkait telah dilaksanakan dan surat permohonan izin penelitian juga telah disampaikan.

Namun hingga pelaksanaan penelitian, pengumpulan data melalui wawancara maupun konfirmasi dokumen di Dinas Kesehatan Provinsi belum dapat terlaksana sebagaimana direncanakan, sehingga data yang berasal dari leading sector belum dapat diperoleh secara optimal.
Kondisi tersebut menjadi salah satu keterbatasan penelitian yang akan dicantumkan dalam laporan hasil penelitian. Meskipun demikian, tim peneliti tetap berkomitmen menjaga objektivitas penelitian dengan memanfaatkan data yang berhasil diperoleh dari Bappeda, dokumen kebijakan yang tersedia, serta sumber data lain yang relevan sesuai dengan metodologi penelitian.
Melalui penelitian ini diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya perangkat daerah yang memiliki peran strategis, menjadi faktor penting dalam menghasilkan penelitian yang komprehensif dan dapat dijadikan dasar penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan di masa mendatang (NA, HB, SO).