Padang, 2 Juli 2026 – Tim peneliti Universitas Baiturrahmah kembali melaksanakan tahapan ketiga sebagai rangkaian terakhir pengumpulan data penelitian di kabupaten kota dalam skema Penelitian Fundamental Reguler Kemendiktisaintek Tahun 2026 yang mengangkat judul "Analisis Kebijakan Kesehatan Pengentasan Stunting dengan Pendekatan SEM-PLS di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026".

Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kurai Taji dan Kota Pariaman sebagai bagian dari upaya memperoleh bukti ilmiah dalam mengevaluasi implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Sumatera Barat.
Penelitian dipimpin oleh Dr. Nova Arikhman, S.KM., M.Kes selaku ketua peneliti, didampingi Hary Budiman, S.KM., M.Kes dan Sri Oktarina, S.KM., M.KM sebagai anggota tim peneliti. Dalam pelaksanaannya, tim juga melibatkan administrator, asisten peneliti, dan enumerator yang telah mendapatkan pembekalan sehingga proses pengumpulan data berlangsung sesuai kaidah ilmiah dan etika penelitian.

Di Kecamatan Kurai Taji, tim melaksanakan survei kepada 60 orang ibu yang memiliki Balita usia 1-5 tahun. Kegiatan tersebut bertujuan menggali pengalaman masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, efektivitas intervensi gizi, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program pencegahan stunting. Selanjutnya di Puskesmas Kurai Taji, tim peneliti mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terhadap lima orang ibu Balita, dua orang kader kesehatan, dan tiga orang pelaksana program. Tim juga melakukan In-Depth Interview dan Telaah Dokumen (IDI-TD) terkait pelaksanaan program percepatan penurunan stunting terhadap lima orang pelaksana program.

Selanjutnya, penelitian dilanjutkan di Kota Pariaman, dengan lokasi kegiatan di Dinas Kesehatan Kota Pariaman. Tim peneliti melakukan In-Depth Interview dengan lima orang pemangku kebijakan, serta telaah berbagai dokumen kebijakan kesehatan yang berkaitan dengan program percepatan penurunan stunting. Fokus kajian mencakup alokasi anggaran, koordinasi multisektor, kapasitas sumber daya manusia, sistem monitoring dan evaluasi, intervensi gizi spesifik maupun sensitif, hingga kondisi pertumbuhan Balita sebagai indikator keberhasilan program penurunan stunting.

Pelaksanaan penelitian di Kota Pariaman telah memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Kota Pariaman melalui penerbitan surat keterangan penelitian, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, UPTD Puskesmas Kurai Taji turut memfasilitasi penelitian dengan menetapkan Desa Pauh Kurai Taji sebagai salah satu lokasi penelitian serta melibatkan kader Posyandu dan ibu balita sebagai peserta FGD.
Ketua peneliti, Dr. Nova Arikhman, S.KM., M.Kes, menyampaikan bahwa penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy) untuk memperkuat pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Sumatera Barat.

"Penelitian ini tidak hanya mengukur capaian program, tetapi juga mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan kesehatan. Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk menurunkan prevalensi stunting," ujarnya.

Tim peneliti juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pariaman, Dinas Kesehatan Kota Pariaman, UPTD Puskesmas Kurai Taji, pemerintah kecamatan dan desa, kader Posyandu, para ibu Balita, serta seluruh responden dan pihak yang telah memberikan dukungan selama proses penelitian berlangsung. Kerja sama yang baik dari seluruh pihak menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan penelitian ini.
Melalui penelitian ini, Universitas Baiturrahmah menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta berkontribusi nyata dalam upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Provinsi Sumatera Barat (NA).