Solok, 18 Juni 2026 – Komitmen dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia terus ditunjukkan oleh Tim Peneliti Fundamental Reguler Kemendiktisaintek dari Universitas Baiturrahmah. Pada Kamis (18/6), tim berhasil menyelesaikan tahap kedua pengumpulan data penelitian di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sebagai bagian dari penelitian strategis yang bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah.
Penelitian yang berjudul “Analisis Kebijakan Kesehatan Pengentasan Stunting dengan Pendekatan SEM-PLS di Provinsi Sumatera Barat” dipimpin oleh Dr. Nova Arikhman, S.KM., M.Kes sebagai ketua peneliti, bersama anggota tim Hary Budiman, S.KM., M.Kes dan Sri Oktarina, S.KM., M.KM.

Penelitian ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed methods) untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai efektivitas kebijakan kesehatan daerah dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting.
Kegiatan lapangan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Muara Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, dengan melibatkan 25 personel yang terdiri atas dosen peneliti, asisten peneliti, enumerator, dan tenaga administrasi. Sejak pagi hari, seluruh tim bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan proses pengumpulan data berjalan sesuai kaidah ilmiah dan standar penelitian yang telah ditetapkan.

Pada komponen penelitian kuantitatif, tim berhasil mengumpulkan data dari 177 responden melalui metode multistage random sampling. Capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam penyusunan model empiris yang akan dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Metode ini diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai faktor kebijakan yang berpengaruh terhadap keberhasilan program pengentasan stunting di daerah.

Tidak hanya mengandalkan data statistik, tim peneliti juga menggali informasi mendalam melalui pendekatan kualitatif. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) melibatkan ibu balita sebagai penerima manfaat program serta kader dan petugas kesehatan sebagai pelaksana layanan di lapangan. Diskusi berlangsung dinamis dan menghasilkan berbagai masukan berharga mengenai akses layanan kesehatan ibu dan anak, pelaksanaan intervensi gizi, hingga berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.
Untuk memperkaya perspektif penelitian, tim juga melaksanakan In-Depth Interview (IDI) dan telaah dokumen bersama para implementator program stunting di tingkat daerah. Berbagai aspek strategis dibahas, mulai dari koordinasi lintas sektor, alokasi sumber daya, kapasitas pelaksana program, hingga sistem monitoring dan evaluasi yang menjadi penentu keberhasilan implementasi kebijakan kesehatan.

Keberhasilan pelaksanaan penelitian ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Tim peneliti menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Puskesmas Muara Panas, Ns. Era Oktavia, S.Kep, beserta seluruh jajaran yang telah memberikan fasilitas, pendampingan, serta dukungan penuh selama proses pengumpulan data berlangsung. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat dan seluruh responden yang telah berpartisipasi aktif dalam penelitian ini.
Ketua peneliti, Dr. Nova Arikhman, S.KM., M.Kes, menyampaikan bahwa hasil penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan model kebijakan kesehatan daerah yang lebih efektif dan aplikatif dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Sumatera Barat.

"Penelitian ini merupakan upaya untuk menghadirkan rekomendasi kebijakan yang benar-benar didasarkan pada kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Temuan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat program percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan," ujarnya.
Melalui penelitian ini, Universitas Baiturrahmah kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif menghasilkan penelitian berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan Kemendiktisaintek, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target nasional penurunan prevalensi stunting serta peningkatan kualitas kesehatan generasi masa depan Indonesia (NA).