Pesisir Selatan, Juni 2026 – Tim peneliti Universitas Baiturrahmah yang menyelenggarakan Penelitian Fundamental Reguler Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 berhasil melaksanakan tahap awal penelitian lapangan di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Penelitian yang mengusung tema “Analisis Kebijakan Kesehatan Pengentasan Stunting dengan Pendekatan SEM-PLS di Provinsi Sumatera Barat” dipimpin oleh Dr. Nova Arikhman, S.KM., M.Kes sebagai ketua peneliti, dengan anggota peneliti Hary Budiman, S.KM., M.Kes dan Sri Oktarina, S.KM., M.KM. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai efektivitas kebijakan kesehatan daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Pelaksanaan kegiatan lapangan melibatkan 25 personel, terdiri atas 3 dosen peneliti, 3 asisten peneliti, 16 enumerator, serta tenaga administrasi penelitian. Seluruh tim berangkat dari Kampus Universitas Baiturrahmah pada Kamis 4 Juni 2026 pukul 07.00 WIB menuju wilayah kerja Puskesmas Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, dan kembali ke Kota Padang pada pukul 01.30 WIB dini hari setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.
Pada penelitian kuantitatif, pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. Melalui kerja sama yang solid antara peneliti, asisten peneliti, dan enumerator, tim berhasil mengumpulkan 192 responden sesuai target penelitian. Capaian ini menjadi modal penting dalam penyusunan model empiris kebijakan kesehatan pengentasan stunting menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS).

Selain survei kuantitatif, penelitian juga dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif. Tim peneliti menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 5 ibu balita sebagai penerima manfaat program dan 5 kader kesehatan serta petugas kesehatan sebagai pelaksana layanan di lapangan. Diskusi berlangsung interaktif dan menghasilkan berbagai informasi mengenai pengalaman masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan ibu dan anak, intervensi gizi, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.
Untuk memperkuat temuan penelitian, tim juga melaksanakan In-Depth Interview (IDI) dan telaah dokumen kepada 5 orang implementator program stunting di tingkat daerah. Kegiatan ini bertujuan menggali informasi secara mendalam mengenai kebijakan, koordinasi lintas sektor, alokasi sumber daya, sistem monitoring dan evaluasi, serta berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi program stunting di daerah.
Keberhasilan pelaksanaan penelitian ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Tim peneliti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Puskesmas Surantih, drg. Indra Mayeldi, beserta seluruh jajaran yang telah memberikan fasilitasi, dukungan, dan pendampingan selama proses pengumpulan data berlangsung.

Ketua peneliti, Dr. Nova Arikhman, S.KM., M.Kes, menyampaikan bahwa penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan model kebijakan kesehatan daerah yang berbasis bukti ilmiah untuk mendukung percepatan pengentasan stunting di Sumatera Barat. Temuan penelitian nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas program penurunan stunting secara berkelanjutan.
Melalui penelitian ini, Universitas Baiturrahmah kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas, berdampak, dan berkontribusi langsung terhadap penyelesaian berbagai permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung target nasional percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia.
